Ratek atau rapat teknis yang merupakan lanjutan dari pelaksanaan Forum SKPD mulai digelar Bappeda Sleman, mulai tanggal 12 Maret 2012 hingga 15 Maret 2012. Rapat teknis ini diselenggarakan di ruang-ruang rapat yang ada di Bappeda Sleman. Rapat teknis ini merupakan upaya untuk lebih mencermati usulan program-program pembangunan yang diajukan oleh SKPD di lingkungan Pemkab Sleman. Selanjutnya hasil dari rapat teknis akan dijadikan bahan pelaksanaan Musrenbang tahun 2013.

Dalam pelaksanaan rapat teknis kali ini ada sesuatu yang baru, yakni penerapan pagu indikatif kecamatan (PIK). Pagu Indikatif Kecamatan adalah sejumlah patokan batas maksimal anggaran pembangunan yang lokasinya ada di kecamatan dan dilaksanakan oleh SKPD. Penarapan pagu indikatif kecamatan dimaksudkan untuk menampung usulan dari masyarakat (bottom up).

Melalui penerapan pagu indikatif kecamatan ini diharapkan perencanaan pembangunan di Sleman  dapat dilakukan secara lebih efektif dan proporsional. Selain itu,PIK merupakan suatu komitmen pemerintah untuk mengakomodasi usulan masyarakat. Sehingga dengan adanya PIK lembaga formal pun lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penerapan pagu indikatif kecamatan ini merupakan yang pertama kali di Sleman dan di lingkungan propinsi DIY. Sudah barang tentu dalam aplikasi pagu indikatif kecamatan untuk pertama kalinya ini, masih banyak kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu perbaikan dan penempurnaannya akan senantiasa di lakukan.

Pada pelaksanaan rapat teknis kali ini dana pagu indikatif kecamatan yang berhasil dialokasikan mencapai kurang lebih Rp 39 milyar. Dari jumlah tersebut sebesar Rp 31,5 milyar dialokasikan untuk pembangunan fisik dan sekitar Rp 7,5 milyar lainnya untuk pembangunan non fisik. * * *