Bertempat di ruang rapat Kecamatan Seyegan, pada hari Kamis, tanggal 20 Oktober 2011 diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Rencana Detai lTata Ruang (RDTR) Kecamatan Seyegan. Acara FGD tersebut diikuti oleh pada Kepala Desa, Ketua BPD dan para tokoh masyarakat Seyegan.  Adapun Sebagai nara sumber adalah Kepala Sub Bidang Tata Ruang  Perdesaan Bappeda Kabupaten,Rita Probowati, ST, MT, Agus selaku konsultan dari PT. Cipta Ekapurna Engineering Consultan. FGD ini diselenggarakan dalam rangka menjaring masukan, aspirasi maupun saran dari masyarakat.
Penyusunan RDTR mempunyai fungsi untuk mengatur dan menata kegiatan fungsional yang direncanakan oleh perencanaan ruang diatasnya, dalam mewujudkan ruang yang serasi, seimbang, aman, nyaman dan produktif. Muatan yang direncanakan dalam RDTR kegiatan berskala kawasan atau lokal dan lingkungan, dan atau kegiatan khusus yang mendesak dalam pemenuhan kebutuhannya. Dalam sambutannya Rita Probowati  mengemukakan bahwa setiap tahunnya Pemkab Sleman senantais memprogramkan penyususnan RDTR Kecamatan. Mengingat saat ini dari 17 kecamayan yang ada di wilayah Kabupaten Sleman, masih ada kecamatan yang belum memiliki RDTR yakni Kecamatan Minggir, Kecamatan Cangkringan, Kecamatan Turi dan Kecamatan Tempel. Diharapkan pada tahun 2015 seluruh kecamatan   di Kabupaten Sleman sudah memiliki RDTR. Melalui FGD ini Rita Probowati mengharapkan agar masyarakat dapat mencermati apa saja yang masih kurang atau apa saja yang perlu diperbaiki dalam penyusunan RDTR Kecamatan Seyegan.
Sementara itu Agus dari PT. Cipta Ekapurna Engineering Consultan mengungkapkan  bahwa FGD ini untuk mensinkronkan atau mencocokan hasil survey dan pengamatan yang telah dilakukan oleh konsultan dengan kondisi yang riil atau sesungguhnya. Hal ini dikarenakan apa yang terlihat dari hasil pengamatan sering kali berbeda dengna kondisi riil yang dirasakan masyarakat. Lebih lanjut Agus mengatakan bahwa pembuatan RDTR ini diibaratkan kita sedang merancang bangunan  sebuah rumah. Dengan adanya rancangan tersebut, maka kita dapat merencanakan dimana letak kamar tidur, dimana letak kamar tamu, dimana letak kamar mandi dan sebagainya. Keberadaan RDTR Kecamatan Seyegan ini diharapkan dapat menjadi sebuah acuan dalam mengembangkan Kecamatan Seyegan pada waktu yang akan datang. Terlebih lagi  RDTR Kecamatan Seyegan ini lingkup temporalnya mulai sejak 2012 hingga 2031.
Dalam FGD ini respon dari  wakil masyarakat Seyegan sangat menggembirakan, hal ini terlihat dari akan diselenggarakannya pertemuan ditingkat desa dengan para konsultan. Dengan diselenggarakannya pertemuan antara pemerintah desa dengan para konsultan, diharapkan penyusunan RDTR Kecamatan Seyegan dapat dilakukan dengan lebih sempurna dan benar-benar sesuai dengan kondisi riil serta kebutuhan dan keinginan masyarakat. * * *