Bertempat di Aula Kecamatan Minggir, pada hari Selasa, tanggal 10 Juli 2012 diselenggarakan Focussed Group Discussion (FGD) penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Minggir. Acara FGD tersebut diikuti oleh pada Kepala Desa, Ketua BPD dan para tokoh masyarakat Minggir.  Adapun Sebagai nara sumber adalah Kepala Sub Bidang Tata Ruang  Perdesaan Bappeda Kabupaten, Rita Probowati, ST, MT dan konsultan dari CV. Karya Sejati. FGD ini diselenggarakan dalam rangka memperoleh masukan, aspirasi maupun saran dari masyarakat Minggir. Turut hadir dalam acara FGD ini, Camat Minggir, Drs. Budi Sutamba Saputra.

Penyusunan RDTR mempunyai fungsi untuk mengatur dan menata kegiatan fungsional yang direncanakan oleh perencanaan ruang diatasnya, dalam mewujudkan ruang yang serasi, seimbang, aman, nyaman dan produktif. Muatan yang direncanakan dalam RDTR kegiatan berskala kawasan atau lokal dan lingkungan, dan atau kegiatan khusus yang mendesak dalam pemenuhan kebutuhannya.

Dalam sambutannya, Camat Minggir, Drs. Budi Sutamba Saputra menyampaikan bahwa berkaitan dengan kegiatan FGD ini sangat diharapkan partisipasi, masukan dan saran dari seluruh peserta, sehingga penyusunan RDTR ini nantinya benar-benar sesuai dengan potensi yang ada di wilayah Kecamatan Minggir. Kami berharap dari apa yg dilaksanakan hari ini kita akan mendapatkan gambaran mengenai sekilas mengenai RDTR Kecamatan Minggir yang nantinya dapat menjadi acuan dalam pengembangan Kecamatan Minggir. Terlebih lagi mengingat Kecamatan Minggir yang berada di wilayah paling barat Kabupaten Sleman merupakan kawasan pertanian. Kondisi tersebut memberikan konsekuensi bahwa masalah pertanian di kawasan Minggir ini harus memperoleh perhatian khusu, termasuk yang berkaitan dengna sarana dan prasarana. RDTR kecamatan Minggir ini nantinya akan menjadi acuan dalam pembangunan dan mengembangkan potensi yang ada.

Lebih lanjut Drs. Budi Sutamba Saputra mengatakan bahwa dengan berbagai perkembangan yang ada, dahulunya kecamatan Minggir yang berada di posisi geografis paling belakang dari Kabupaten Sleman, namun  sekarang seiring dengan dibukanya jembatan Kebon Agung 2 yang menghubungkan antara wilayah Kabupaten Sleman dengan wilayah Kabupaten Kulon Progo, wilayah Minggir menjadi bagian depan atau mukanya Kabupaten Sleman dari wilayah barat.  Kondisi tersebut sudah barang tentu  membutuhkan perhatian, termasuk masalah infrastrukturnya. Kita perlu mnyadari bahwa dalam penyusunan RDTR ini tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat, mengingat ada proses atau tahapan yang harus dilalui. Sehingga masukan dari warga Minggir sangatlah diharapkan.

Sementara itu dalam sambutannya Rita Probowati, ST, MT mengatakan bahwa tujuan FGD ini adalah untuk mengetahui secara mendalam potensi yang dimilioki Kecamatan Minggir sekaligus mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada. Penyusunan RDTR ini merupakan aplikasi dari UU N0. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang yang intinya bahwa semua wilayah di seluruh Indonesia ini harus disusun rencana detailnya. Harapan kami penyusunan RDTR ini tidak terlalu jauh dari RTRW yang sudah ada.Hingga saat ini dari 17 kecamayan yang ada di wilayah Kabupaten Sleman, masih ada kecamatan yang belum memiliki RDTR yakni Kecamatan Minggir, Kecamatan Cangkringan, Kecamatan Turi dan Kecamatan Tempel. Diharapkan pada tahun 2015 seluruh kecamatan   di Kabupaten Sleman sudah memiliki RDTR. Melalui FGD ini Rita Probowati mengharapkan agar masyarakat dapat mencermati apa saja yang masih kurang atau apa saja yang perlu diperbaiki dalam penyusunan RDTR Kecamatan Minggir.

Lebih lanjut Rita Probowati, ST, MT bahwa tingkat kehadiran kaum wanita dalam kegiatan FGD di Kecamatan Minggir ini cukup banyak, yakni mencapai 30 % dari seluruh hadirin. Diharapkan  kondisi tersebut semakin meningkatkan peran serta kaum perempuan dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sleman. Dalam perkembangan pada masa yang akan datang posisi Kecamatan Minggir akan strategis, karena apabila bandara jadi dibangun di wilayah Kulon Progo, maka akses Kecamatan Minggir ke wilayah Bandara semakin dekat. Selain itu juga rencana pembangunan terminal tipe C di Minggir akan semakin meningkatkan dinamika masyarakat di Kecamatan Minggir. Dalam kesempatan tersebut Rita Probowati, ST, MT mengatakan bahwa RDTR Kecamatan Minggir ini akan berlaku hingga 20 tahun yang akan datang.

Dalam FGD ini respon dari  wakil masyarakat Minggir sangat menggembirakan, hal ini terlihat dari akan diselenggarakannya pertemuan ditingkat desa guna mencermati kuesioner yang diberikan oleh  konsultan. Dengan upaya tersebut  diharapkan penyusunan RDTR Kecamatan minggir dapat dilakukan dengan lebih sempurna dan benar-benar sesuai dengan kondisi riil serta kebutuhan dan keinginan masyarakat. * * *