Bertempat di ruang rapat Kinanthi, pada hari Rabu tanggal 1 November 2017, Bappeda Sleman menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek ) penulisan berita. Bimtek diikuti oleh 20 orang yang terdiri dari staf dan kepala sub bagian / kepala sub bidang  di Bappeda Sleman. Bertindak sebagai nara sumber Subardi jurnalis Jogja TV.

Bimtek penulisan berita ini menurut Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Bappeda Sleman, Dra. Sri Martini, M.Kes bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pegawai Bappeda Sleman dalam menulis berita. Kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah dan kualitas berita aktivitas Bappeda Sleman di website. Meskipun demikian tidak tertutup kemungkinan kemampuan dalam menulis ini tidak hanya sebatas pada penulisan berita saja, namun juga jenis-jenis tulisan lainnya, seperti artikel maupun opini.

Sementara itu Subardi dalam paparannya menjelaskan bahwa dalam menulis itu ada triknya. Diantaranya meliputi :

  • Adanya niat yang kuat untuk menulis,
  • Rasa ingin tahu yang kuat guna menggali informasi secara lebih lengkap dan mendalam,
  • Kepekaan dalam menemukan materi tulisan.

Untuk memulai menulis Subardi menekankan setidaknya ada tiga M yang dapat dilakukan oleh penulis pemula. Tiga M tersebut yakni :

  1. Melihat, membaca dan mendengarkan,
  2. Meniru dari tulisan yang sudah ada,
  3. Modifikasi tulisan yang sudah ada disesuaikan dengan bahan atau materi tulisan yang dimiliki.

Dalam sesi tanya jawab Subardi menjelaskan bahwa notulen suatu rapat dapat dijadikan sebagai bahan tulisan. Sudah barang tentu notulen rapat yang digunakan sebagai sumber berita adalah notulen yang memuat informasi yang layak untuk diketahui oleh masyarakat.  Adapun untuk nara sumber berita dapat menggunakan nama pemimpin rapat.

Subardi menambahkan bahwa yang paling esensi dalam menulis berita adalah pembaca harus paham dan mengerti dengan isi berita. Oleh karena itu penulis berita harus mampu menulis berita dengan cepat, akurat dan lengkap. * * * (Sekretariat)