Bertempat di Aula Bappeda Sleman, pada hasi Senin tanggal 11 April 2016 diselenggarakan Forum Konsultasi Publik Draft Rancangan Awal RPJMD 2016-2021.  Forum konsultasi publik rencana pembangunan jangka menengah daerah tahun 2016-2021 melibatkan kurang lebih 100 orang yang melibatkan unsur pemerintah daerah yang terdiri dari Bupati dan wakil Bupati, PJ Sekda, DPRD, kepala SKPD, akademisi, LSM/Ormas, tokoh masyarakat, keterwakilan perempuan dan anak dan unsur pengusaha.

Dalam laporan penyelenggaraannya, Kepala Bappeda Sleman drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes menyempaikan bahwa  maksud diselenggarakan Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2016-2021 adalah untuk mengoptimalkan proses perencanaan pembangunan guna mewujudkan tujuan pembangunan daerah. Adapun tujuan penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik adalah untuk mendapatkan masukan dan pengayaan substansi  guna penyempurnaan draft rancangan awal RPJMD) Tahun 2016-2021 yang memuat Gambaran pengelolaan keuangan daerah serta kerangka pendanaan, analisis isu-isu strategis, penyajian visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi dan arah kebijakan serta kebijakan umum dan program pembangunan daerah tahun 2016-2021

Materi dalam Forum Konsultasi Publik Kabupaten ini adalah rancangan awal RPJMD Tahun 2016-2021.

Hasil Forum konsultasi publik RPJMD adalah penyempurnaan Rancangan awal RPJMD Kabupaten Sleman 2016-2021 yang akan serahkan ke DPRD untuk mendapatkan persetujuan. Selanjutnya dalam waktu 2 minggu akan dijadikan produk hukum sesuai yang diamanatkan dalam Permendagri No 54 Tahun 2010 yang selanjutnya persetujuan tersebut  akan disampaikan kepada SKPD sebagai pedoman penyusunan rancangan Renstra SKPD.

Dalam acara ini Bupati Sleman, Sri Purnomo sendiri yang memaparkan draft rancangan RPJMD yang memuat Gambaran Umum Kondisi Daerah; Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah Serta Kerangka Pendanaan; Analisi Isu-Isu Strategis, Penyajian Visi, Misi Tujuan Dan Sasaran, Strategi Arah Kebijakan, Kebijakan; Kebijakan Umum Dan Program Pembangunan Daerah ; Indikasi Rencana Program Disertai Kebutuhan Opendanaan Dan Penetapan Indicator Kinerja Daerah.

Setelah paparan bupati dilanjutkan dengan masukan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Sleman yang disampaikan oleh ketua Wakil Ketua DPRD Sofyan Setyo Darmawan ST. Sofyan menyampaikan 10 point masukan meliputi :

 

  1. Generasi muda sebagai investasi bangsa termasuk pelajar perlu mendapatkan perhatian.
  2. Sinergitas pembangunan antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten. Contoh permasalahan masalah jalan yang statusnya jalan desa. Namun jalan tersebut menjadi akses yang strategis. Dibutuhkan intervensi kabupaten
  3. Tentang desa wisata yang didorong pengembangannya adalah berbasis pertanian. perikanan termasuk peternakan dan kelestarian alam
  4. Pembangunan mental spiritual masuk dalam berbagai program yang ada. Mengarus-utamakan mental spiritual menjadi penting.
  5. Ada masalah kekurangan tenaga pendidikan. Mungkinkah dikemas sebagaimana perekrutan pegawai BLUD.
  6. Masih adanya persoalan biaya pendidikan. Masih ada orang tua yang berat menanggung biaya pendidikan padahal masih ditingkat SMP. Jangan ada penahanan ijazah siswa karena biaya pendidikan.
  7. Belum kokohnya keluarga sebagai basis pembangunan. Indikator : Angka perceraian rendah, kehamilan tidak dikehendaki rendah .
  8. Prasarana dan sarana perpustakaan desa yang kurang memadai. Apakah karena rendahnya minat baca masyarakat atau tidak menariknya koleksi buku perpustakaan. Konerksi internet gratis bagi siswa sekolah setidaknya di desa
  9. Keberpihakan terhadap warung kelontong masyarakat. Konteks ekonomi dan konteks aksesable. Kedekatan dengan masyarakat (warung tetangga) bukan kenyamanan.
  10. Perhatian terhadap sarana transportasi kendaraan tidak bermotor. Tanpa proteksi terhadap kendaraan tak bermotor.

 

Seusai paparan dilanjutkan dengan diskusi dan dialog. (Sekretariat)